Sunday, February 19, 2012

Menutup aurat bukan sekadar bertudung


Fenomena baharu sejak kebelakangan ini apabila ramai dari kalangan artis, selebriti mula memakai tudung selepas ‘puas’ berada dalam bentuk free hair. Gambar free hair mereka sebenarnya sudah terlalu banyak terpapar di internet.

Alhamdulillah, iman yang masih ada dalam diri masih menjerit-jerit secara halus meminta supaya mereka kembali kepada fitrah. Di antara fitrah itu ialah menutup aurat mereka terutama dari kalangan wanita. Ia bukan kongkongan tetapi bermaksud membimbing masyarakat menjadi baik.

Bagi mereka yang belum insaf, maka ambillah peluang lebih awal sebelum gambar-gambar free hair dan ‘berpakaian tapi bertelanjang’ mereka terpampang dengan banyaknya dalam internet.

Bagi mereka yang mula sedar dan insaf, kita ucapkan tahniah dan terus istiqamah dengan bertudung. Cuma satu perkara yang mesti difahami oleh semua ialah apabila seorang wanita Islam mula bertudung, maka ia sebenarnya baharu kembali kepada fitrah dan bukanlah bermakna ia sudah menjadi ‘malaikat’.

Menutup aurat sebenarnya mesti melihat pelbagai aspek-cara bertudung, jenis pakaian, cara berinteraksi, perangai lama yang masih ada, termasuk konsep tabarruj yang masih jauh dilaksanakan oleh ramai wanita Islam. Sekali lagi ingin saya tegaskan, semua hukum ini tidak bermaksud mengongkong wanita Islam tetapi ia adalah sebagai tanda iman, tanda tunduk kepada perintah Allah, tanda menundukkan nafsu di bawah kehendak Allah dan tanda wanita itu menjaga maruah dan harga dirinya.

Justeru, Kempen Setahun Menjaga Aurat Sepanjang Hayat yang dilancarkan oleh Teras Pengupayaan Melayu (Teras), Persatuan Persaudaraan Muslimah Negeri Kedah (Salimah) dan Badan Gabungan NGO Islam Kedah (Wehdah) yang bermula sehari dua ini sangat-sangat dialukan. Kempen bertemakan “Menjaga Aurat, Hidup Berkat, Masyarakat Selamat” mesti disokong sepenuhnya oleh pelbagai agensi kerajaan dan swasta serta masyarakat seluruhnya.

Harakahdaily melaporkan Kempen Jaga Aurat Sepanjang Hayat akan menyebarkan maklumat dan kesedaran ke seluruh masyarakat Islam agar menghayati hikmah dan manfaat menjaga aurat dalam membina watak masyarakat Islam yang bermaruah, berakhlak dan berprinsip.

Kempen merangkumi pelbagai aktiviti seperti menyebar risalah dan poster, forum, ceramah penerangan, dialog, khutbah, penerangan di institusi pendidikan dan demonstrasi tatacara berpakaian dalam Islam, melibatkan seluruh institusi masjid sebanyak lebih 500 buah di negeri Kedah, memorandum khas mengenai kempen yang akan diserahkan kepada kerajaan negeri Kedah, jabatan dan agensi swasta untuk mendapatkan perakuan persetujuan dan sokongan terhadap etika menjaga aurat sebagai kod berpakaian pekerja.



Semua aktiviti dan kempen ini sangat baik dan kena pada tempatnya. Masyarakat bukan sahaja perlukan kepimpinan politik yang baik, bahkan suasana masyarakat yang hampir dan dekat dengan keredhaan Allah.

Sebelum kempen inipun, para wanita Islam sepatutnya mengingati hadis Nabi SAW, “Dua golongan dari kalangan ahli neraka, aku tidak akan memandang mereka di hari akhirat, iaitu lelaki yang bersama mereka cemeti sambil memukul-mukul manusia dan wanita yang berpakaian tetapi bertelanjang, berjalan sambil menggoyangkan kepala dan badan, di atas kepala mereka seumpama bonggol unta”.

SUMBER ; http://bm.harakahdaily.net/index.php/berita-utama/8203-menutup-aurat-bukan-sekadar-bertudung

Friday, February 03, 2012

Selamat menyambut Maulidur Rasul 1433H

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.

Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”

Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.

Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.

Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”

Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.

Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”

Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.

Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.

Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.

Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh sem ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

Oleh: Jalaluddin Rakhmat

Sunday, November 13, 2011

Pakai Purdah, Letak Gambar di Laman Sosial

[ tanpa edit - copy & pasted - :-) - moga bermanfaat!! ]

Mohon perlindungan Allah dari Syaitan yang direjam. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


Assalamualaikum dan salam sejahtera semua. Apa khabar? Kakchik doakan kalian semua sentiasa dalam keadaan selamat, sihat dan bahagia dalam menjalani kehidupan seharian. Semoga kita semua tidak lupa mengucapkan syukur dan menterjemahkan syukur kita kepada Allah SWT dengan hidup sebaik mungkin sebagai hamba-Nya yang taat setia kepada segala suruhannya. Insyaallah.

Banyak sungguh kerja dan urusan yang perlu kakchik beri tumpuan hinggakan masa agak kurang untuk berlama-lama di blog sendiri apatah lagi untuk menjenguk blog kawan-kawan dan para tetamu yang singgah dan meninggalkan jejak. Harap kalian sudi maafkan kakchik terutama kepada teman-teman yang meninggalkan komen tetapi masih belum menerima sebarang balasan dari kakchik. Buat masa ini kakchik akan cuba balas mana yang sempat dulu. Jika tak sempat, kakchik akan cuba secepat mungkin untuk ‘publish’ komen-komen yang ditinggalkan. Terima kasih banyak-banyak ya.

Minggu lepas semasa kakchik online sekejap-sekejap di facebook dan ambil peluang untuk menjenguk apa yang menarik di ‘wall’ beberapa orang teman. Ada satu status yang menarik minat kakchik untuk turut sama memberikan pandangan tapi oleh kerana masa kakchik membaca status perbincangan tu kakchik sudah mahu meninggalkan pejabat untuk ke satu mesyuarat maka kakchik hanya mampu membaca beberapa komen orang lain kemudian meninggalkan satu respon pendek. Terasa amat terpanggil untuk menyertai topik perbincangan yang hangat tu. Apatah lagi orang sedang membincangkan tentang muslimah berpurdah yang meletakkan gambar di facebook (mungkin termasuk juga di laman sosial yang lain).

Di bawah ialah status sahabat kakchik yang dimaksudkan:
Sahabat yg ada maklumat esp yg berpurdah, tolong bantu saya. Ada seseorg bertnya:knp muslimah berpurdah tp masih memaparkn gambar2 di fb? Saya jawab, mgkn sbg mkluman bahawa dirinya seorang niqabi. Lantas saya ditanya lagi :Mengapa mesti banyak, skping dua bukankah sudah mencukupi?

Bersama Ummi dan sahabat baik di Kuliah Jumaat oleh TGNA.

Oleh kerana respon kakchik rasanya agak panjang maka kakchik fikir lebih baik kakchik tulis satu entri khusus bagi pihak diri-sendiri. Allahu’alam sama ada pandangan kakchik ini boleh dianggap mewakili para niqabi di dunia maya ini atau tidak, terserahlah kepada pandangan masing-masing. Setiap dari kita berada di alam maya ini untuk tujuan tertentu yang secara jujurnya hanya diketahui antara diri masing-masing dan Allah SWT. Orang sekeliling boleh menafsir berdasarkan apa yang dibaca dan dilihat tapi tak mungkin boleh membuat tafsiran yang tepat. Moga-moga kita bersangka-baik apabila membuat tanggapan.

Sudah lama juga isu meletak gambar di alam maya ni menjadi buah mulut orang. Hampir kebanyakan tulisan yang ada adalah dalam bentuk peringatan, larangan, kritikan, kecaman, marah dan seumpamanya. Secara dasarnya kakchik setuju dengan apa yang ditulis jika bertujuan menasihatkan dan memberi ingatan demi menjaga maruah dan maslahah diri muslimat. Tapi kakchik tidak setuju jika ia seolah-olah membuka peluang untuk mengata-ngata. Persoalan yang sedang kita hadapi sekarang ini, salahkah meletakkan gambar kita di internet ni?

TUJUAN

Mula-mula kena tahu dulu PERINTAH MENUTUP AURAT yang diturunkan Allah SWT misalnya seperti Surah al-Ahzab ayat 59 (tolong cari sendiri ya). Lepas tu barulah kita tetapkan apa tujuannya. Macam kakchik, tujuan asal tiada lain kecuali untuk berkongsi cara hidup sebagai seorang muslimah (kebetulan pula kakchik berpurdah) yang sedang berusaha menjadi hamba Allah yang taat. Sebab itu dengan izin suami, kakchik meletakkan gambar-gambar bersesuaian sama ada sendirian, bersama suami, bersama keluarga, bersama kawan atau semasa ada program/aktiviti bersama masyarakat. Mungkin boleh kata sebagai biah solehah kepada orang lain yang sedang membuat perubahan hidup. Mahu juga menjadi inspirasi kepada para muslimah yang ingin membina keyakinan diri untuk hidup, bekerja, bersekolah dan seumpamanya di dalam masyarakat yang berbilang kaum ni. Kakchik tahu diri kakchik banyak yang tidak sempurna tapi tetap juga mahu menjadikan cara hidup dan penampilan kakchik motivasi dan inspirasi kepada orang lain kerana diri kakchik ini adalah medan dakwah.

Dulu-dulu mungkin meletakkan gambar di blog tidak begitu menjadi perhatian kerana hanya pembaca tertentu sahaja yang melihat kita tapi sejak ada FB ni banyak juga kakchik menyimpan gambar di sana. Insyaallah bila kita tahu batas-batasnya maka dengan segera kita memilih gambar-gambar yang sopan untuk diizinkan menjadi tatapan teman-teman. Manakala gambar-gambar yang terlalu peribadi, nampak aurat, dalam aksi yang tidak Islamik, terlalu fokus kepada susuk wajah atau badan langsung tidak di'upload' apatah lagi mahu dikongsikan dengan orang lain.

Sekarang ni ramai yang suka bergambar dengan memfokus kepada mata dan mulut – tafsiran pertama yang kakchik baca apabila melihat gambar-gambar itu ialah, “nak orang puji ke?”, “nak tarik perhatian siapa ni?”, “kenapalah dekat sangat difokusnya?” dan seumpamanya. Jika yang bergambar itu seorang niqabi mungkin lagi banyak persoalan berbau negatif yang timbul.

Gambar-gambar sebegitulah yang telah menjadi sumber masalah kepada para muslimah berpurdah yang lain. Alhamdulillah masalah ini masih terhindar dari diri kakchik. Belum pernah ada yang menegur, mungkin malu atau takut nak tegur, Allahua’lam kakchik tak tahu. Janganlah pendam saja jika rasa apa yang kakchik buat itu tidak betul, kena tegur. Elakkan wujud buruk sangka dalam hati. Jika kalian rasa gambar-gambar yang kakchik letak ini menjatuhkan maruah, memalukan muslimah yang lain, mengganggu keselamatan kakchik dan orang lain, berdosa, haram atau seumpamanya tolong beritahu kakchik secara personal ya. Boleh email atau PM jika di FB.

SIAPA YANG KITA IZINKAN MELIHATNYA?

Gambar sebagai inspirasi.

Cantik dan pujian adalah dua perkara yang mungkin disukai oleh semua wanita. Dalam hal ini kena tanya iman masing-masinglah betul atau tidak. Kakchik sukakan kedua-duanya tapi secara terkawal. Cantik untuk diri sendiri dan suami sahaja manakala pujian tu tidaklah diminta-minta atau dicari-cari dengan sengaja. Jika orang puji pada perkara yang bersesuaian, alhamdulillah... segala puji bagi Allah. Rasa diri lebih bersemangat. Tapi jika sengaja-sengaja nak orang puji maka kenalah jauhkan sebab itu sudah salah di sisi agama.

Cerita tentang cantik dan kena puji ni, bagi kakchik penting juga nak kena ingat siapakah yang kita izinkan melihat gambar-gambar kita tu. Dan ini ada kait-mengait dengan siapa yang kita terima sebagai kawan jika di FB. Satu kesilapan yang kakchik lihat dilakukan oleh ramai muslimah termasuklah para niqabi ialah dengan menerima ramai lelaki ajnabi sebagai FRIENDS sedangkan kita sering dinasihatkan agar berhati-hati. Kakchik pun ada kawan lelaki di dalam blog dan FB tapi mereka diterima selepas kakchik selidik dan kenalpasti latar belakang mereka sama ada kawan sekolah dulu, ahli jemaah semasa di kampus, ahli gerakan semasa di luar kampus, rakan sepejabat dan sebahagiannya kenalan berdasarkan fikrah yang sama. Memang cerewetlah sikit tapi fikirkan Islam, fikirkan Islam.

Di blog agak sukar untuk menyaring orang yang melihat kerana pembaca boleh FOLLOW blog kita dan kita tak boleh REMOVE dia. Dalam hal ini apa yang kakchik buat ialah berkawan dengan ramai blogger perempuan dan hanya beberapa orang blogger lelaki yang bersifat teknikal. Oleh itu buatlah pertimbangan iman bila mahu kongsikan gambar-gambar kita di alam maya ni. Seronokkah kita bila ramai lelaki yang memuji-muji kecantikan kita sedangkan kita memakai purdah? Purdah yang sepatutnya menjauhkan kita dari mendapat komen-komen personal begitu. Misalnya, “MashaAllah... cantiknya mata awak.” Kata seorang kenalan lelaki. “Lawa giler. Pakai purdah macam ni lah bagus.” Kata pula seorang lelaki lain. Bak kata di bawah gambar kita tu lebih ramai lelaki yang memuji berbanding perempuan. Takde rasa apa-apa ke?

Marilah kita selaraskan penampilan kita dengan akhlak kita dan pergaulan kita. Tidak nampak tuan badan di internet tidak bermakna pergaulan tidak terjadi. Kalau di alam nyata ni kita malu-malu nak bercakap dengan lelaki ajnabi, kenapa pula di FB tu macam mudah saja? Fikirkan Islam... fikirkan Islam. Jangan jadikan alasan untuk mencari teman hidup sebab itu kita berkawan dengan ramai lelaki ajnabi. Memang seronok ada ramai peminat tapi bimbang pula nafsu yang jadi raja. Kita jadi Tipah Tertipu nanti.

GAMBAR SENDIRI LAMBANG JUJUR

Pada kakchik, meletakkan gambar sendiri di blog atau di profil FB adalah lambang kejujuran kakchik dalam menjalinkan ukhuwwah fillah. Kakchik tidak suka menggunakan gambar orang lain, gambar pokok, gambar bunga atau lain-lainnya. Nama panggilan pun kakchik tidak tukar-tukar bimbang kawan keliru seperti mana kakchik selalu keliru. Bila ada seribu lebih kenalan, dan berkenalan kerana Allah, mengenali namanya sama ada nama sebenar dan panggilan kesukaannya adalah besar ertinya buat kakchik. Kakchik geram bila kenalan selalu tukar-tukar nama tanpa meletakkan nama asal kerana menyukarkan untuk kakchik memanggilnya bila berinteraksi. Gambar sebenar dan nama yang tetap sangat kakchik hargai. Kalau nak guna gambar lain tapi nama tak tukar itu pun kakchik hargai.

Bagi sesetengah kenalan yang masih remaja atau muda belia, tukar-tukar nama dan gambar ni mungkin sekadar suka-suka tapi bagi kakchik yang serius dalam bersahabat, ianya kurang digemari. Bersahabat bukan main-main. Buat apa menerima beribu kenalan tapi tak dapat mengenali peribadinya sedangkan persahabatan dalam Islam meletakkan kejujuran di tangga yang penting. Asyik keliru, “ini siapa pula ya?” bila terlihat seorang kenalan memberi respon tapi nama samaran tu kakchik tak pernah tengok sebelum ni. Kenalah pula cek profilnya kot-kot ada ditulis nama asal kat sana. Kalau ada alhamdulillah, kalau takde terasa seperti berinteraksi dengan PHANTOM.

Boleh jadi tuan punya nama samaran mahu berahsia atas sebab-sebab tersendiri, kakchik raikan saja. Manusia ini makhluk yang kompleks maka nak tak nak kena terima dan cuba membiasakan diri. Asalkan tidak membelakangkan Islam sudah.

KERANA NILA SETITIK

Isu muslimah memakai niqab yang meletakkan banyak gambar di FB ni menjadi perbualan ramai mungkin kerana sebab-sebab berikut:

  • Niqabi itu sendiri yang mengizinkan gambar-gambar yang menggoda, fokus kepada mata, mata pula bercelak tebal, cara aksi dalam gambar, dan bergambar sendirian.
  • Niqabi menggunakan bahasa interaksi yang manja-manja membuatkan orang bukan niqabi atau niqabi lain pandang semacam.
  • Niqabi mempunyai kenalan lelaki yang ramai dan pelbagai. Ramai yang kakchik tengok kenalan lelakinya kelihatan alim pada gambar dan bahasa tapi bila mata mereka diizinkan melihat gambar-gambar niqabi tersebut, iman mereka turut teruji.
  • Masih muda remaja dan jiwa remaja ini sangat mudah terpengaruh dengan sesuatu tarikan misalnya mahu jadi baik tapi mahu juga berkawan dengan lelaki ajnabi maka penampilan kelihatan bagus tapi muamalah pula kurang dijaga.

Allahua'alam. Susah juga nak cakap pasal isu gambar ni. Mungkin kerana majoriti orang beranggapan bila sudah berpurdah sepatutnya kita tidaklah melakukan perkara-perkara yang dilakukan oleh orang lain yang tidak berpurdah. Kalau dikira memang tidak patutlah meletakkan banyak gambar personal secara bebas untuk tatapan sesiapa sahaja terutama lelaki ajnabi yang zaman sekarang ni sukar nak menjaga pandangan. Apatah lagi bila yang nampak hanyalah sepasang mata yang ayu menggoda.

Muslimah berpurdah tidaklah sempurna jadi daripada berbincang saja di wall lebih baik hantar PM kepada mereka atas dasar nasihat sesama saudara seagama. Kakchik berpurdah, kakchik juga meletakkan gambar di FB dan blog, jika ada yang tidak elok, kakchik mengharapkan kejujuran dalam persahatan untuk kalian menegur kakchik. Bukan di ruangan terbuka tapi secara personal melalui email atau PM. Buat masa ini kakchik masih yakin gambar-gambar yang dikongsikan ada kebaikannya untuk muslimah yang lain.

Allahu'alam.

Sunday, September 11, 2011

Perkongsian: Berpurdah untuk menjaga kehormatan

Assalamualaikum dan salam sejahtera semua.

Sebagai seorang muslimah yang berpurdah, berkongsi cerita yang positif tentang purdah adalah satu perkara yang sangat baik. Mana tahu, perkongsian ini akan turut membuka pintu hati di kalangan pembaca untuk sama-sama meningkatkan iman diri dan amalan. Kita semua manusia lemah, tapi peluang untuk menjadi manusia yang soleh/ah masih ada. InsyaAllah.

Baiklah, inilah artikelnya yang disusun oleh Siti Ainiza Kamsari.

Gambar sekadar hiasan.


PARA PENONTON yang mengikuti siaran langsung saluran Channel 4 yang popular di England, begitu terkejut dengan penampilan seorang wanita berpurdah di kaca televisyen pada sambutan Hari Krismas tahun lalu.

Ia berlaku sejurus Ratu Elizabeth II menyampaikan ucapan sempena Hari Krismas. Tidak berselang lama selepas itu, wanita yang hanya menampakkan sepasang mata ini, muncul.

Tujuannya untuk memberi wanita itu peluang menyampaikan pesanan melalui apa yang dipanggil sebagai Pesanan Alternatif Krismas. Iaitu pesanan yang cukup berbeza berbanding ucapan oleh baginda Ratu England.

Kemunculannya menyebabkan penonton terpaku. Masing-masing tertanya-tanya, wajah siapakah di sebalik purdah itu. Yang pasti wanita itu sudah tentu seorang Islam.
Daripada suaranya para penonton dapat mengenal pasti bahawa wanita tersebut adalah rakyat British atau dengan lain perkataan dia adalah wanita berkulit putih seperti sebahagian besar penonton itu yang sedang menonton program itu.

Ini kerana loghat Inggerisnya agak pekat dan asli sebagaimana warga England yang lain juga.

Penampilannya dalam program yang dihos oleh Jack Straw itu dikatakan sebagai peluang yang diberi oleh saluran televisyen itu bagi memperbetulkan banyak salah tanggapan mengenai Islam, terutamanya apabila wanita Islam memilih untuk berpurdah.

Lalu wanita yang hanya memperkenalkan dirinya sebagai Khadijah itu terus mengambil peluang itu dengan mengkritik mereka yang berpandangan salah mengenai purdah termasuk ada yang menyebutnya sebagai jilbab, burqa dan niqab.

“Purdah ini sebenarnya perisai bagi kaum wanita. Tidak sekadar soal identiti tetapi lebih kepada soal perlindungan daripada segala macam ancaman dan menghalang si pemakai itu mendekati perkara-perkara yang boleh memudaratkan diri mereka sendiri,” ujar Khadijah.

Beliau menguatkan lagi hujahnya bersandarkan dalil al-Quran yang bermaksud: Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka…. (an-Nur: 31)

Sehingga ke akhir rancangan, para penonton ditinggalkan dalam keadaan penuh tanda tanya, siapa gerangan di sebalik purdah itu.

Sehinggalah akhbar Daily Mail akhirnya berjaya menemui dan membuat pendedahan mengenai, siapa Khadijah.

Wanita yang patuh berpurdah itu adalah Elaine Atkinson, 43, iaitu seorang warga Britain sebelum menukarkannya kepada Khadijah Iqbal selepas memeluk Islam pada tahun 1996.

Beliau setuju muncul di kaca televisyen apabila pihak stesen menghormati permintaannya untuk muncul dengan identitinya yang berpurdah.

“Itu sudah cukup bagi membolehkan para penonton fokus pada kata-kata saya, bukannya keperibadian saya,” kata Khadijah.

Sejurus beliau berpurdah maka Khadijah mengaku ramai yang menuduhnya masuk ke dalam kelompok Islam radikal.

Namun beliau menafikan, kerana purdah tidak bermakna menjadi lambang sesuatu yang radikal. Beliau sendiri seorang yang berfikiran sederhana dalam serba serbi.

“Saya memilih berpurdah dengan penuh kesedaran. Ia semata-mata untuk melindungi diri kerana dengan wajah yang separa bertutup ini ia sebenarnya satu lambang kebebasan kepada seseorang wanita itu untuk mempertahankan haknya yang paling utama, soal keselamatan,” jelasnya.

Menurut Khadijah, Islam membuatkannya mempunyai panduan yang jelas untuk diikuti dan dipatuhi dalam hidup.

“Tidak sahaja dalam soal jaminan keselamatan dengan menutup aurat, bahkan dalam apa juga aspek.

“Selagi tidak memeluk Islam, seseorang itu tidak ubahnya seperti tikus atau hamster yang hanya tahu berputar-putar pada roda mainan yang diletakkan dalam sangkar mereka, tanpa arah tujuan,” katanya.
Semoga kita semua mendapat manfaat dari perkongsian ini.

Saturday, July 30, 2011

Selamat Datang bulan yang di tunggu-tunggu!


“Ramadhan bakal datang menjelang
Kaum muslimin semuanya senang
Suasana pun bisa jadi tenang
Kerana ianya bulan kemenangan"

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkat, rahmat, dan ampunan. Melakukan kebajikan pada bulan Ramadhan, akan di ganjarkan oleh Allah dengan sejumlah ganjaran. Secara tepatnya, pahalanya jadi berkali lipat.

SAMBUTLAH DENGAN RASA SYUKUR

Rasulullah SAW telah menegaskan dalam satu hadisnya yang bermaksud :- Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkatan. Di mana Allah mewajibkan kepada kamu berpuasa, kerana pada bulan Ramadan dibukakan semua pintu syurga, dikuncikan pintu-pintu neraka dan di belenggukan syaitan, dan juga terdapat suatu malam yang terlebih baik daripada seribu bulan, barang siapa terlepas daripada mendapat kebajikan pada malam ini, bererti tertegahlah kepada segala bentuk kebaikan.”

Yang menghairankan bagaimana kejadian buruk masih lagi berlaku, sedangkan di bulan Ramadan segala syaitan dan kuncu-kuncunya telah dirantai dan dibelenggu, umpat mengumpat misalnya menjadi bualan mulut, kata-kata dan kata-kata kesat masih meniti di bibir-bibir mulut, malah yang mengaibkan lagi ada juga sebahagiannya yang sanggup melakukan perkara-perkara yang mencemarkan imej Islam.

MATLAMAT


Keadaan ini terjadi kerana matlamat puasa kita itu belum lagi mencapai tahap yang dikehendaki iaitu tahap sebagai benteng pertahanan jiwa. Seandainya jiwa belum lagi terbentuk sebagai benteng yang kukuh senanglah nafsu syahwat yang sedia ada dalam jiwa mengajak ke arah keburukan.

Ibadat puasa mempunyai hikmah dan rahsia-rahsia sama ada dari segi rohaniah, jasmaniah dan kemasyarakatan. Dari segi kerohanian ia boleh menundukkan nafsu jahat yakni naluri atau perasaan yang mendorongkan kepada kejahatan. Ibadat ini bukan sahaja terdapat di dalam syariat Islamiah, malahan di dalam syariat-syariat lain juga ada memfardukan ibadat puasa miskipun keyakinan jiwanya berlainan.

Hikmah puasa dari sudut rohani juga boleh menguatkan keperibadian, meluhurkan kesusilaan dan membersihkan jiwa insan. Puasa juga sebagai latihan rohaniah yang mana setiap yang berpuasa wajib menahan diri daripada nafsu makan minum, nafsu kejantinaan dan mengawal moral yang rendah dan menyakitkan orang lain seperti mencela, caci maki, mengumpat, bercakap kotor dan mengikut keinginan nafsu. Untuk membentuk keperibadian yang mulia seorang pengarang Jerman, James Brooke menulis sebuah buku yang mana di dalam tulisannya beliau memuji hikmah berpuasa, katanya, “Untuk menguatkan perasaan dan jiwa hendaklah jadikan puasa ini sebagai pokok atau dasar hidup, kerana ia paling berkesan untuk mengawal pengaruh rohaniah keinginan jasmaniah. Jesteru itu manusia boleh menguasai dirinya sendiri agar tidak menjadi hamba kepada naluri kebendaan.” Puasa dari sudut kesihatan dan rawatan penyakit. Ibadat puasa merupakan sebahagian daripada cara-cara yang paling berkesan menjaga kesihatan bertepatan dengan kata-kata seorang ilmuan yang bermaksud: “Maidah” atau perut besar merupakan sarang penyakit dan berpantang itu pokok kepada segala ubat.

Imam al-Ghazali juga memberi penjelasan iaitu: “Perut besar seseorang yang kenyang, maka tidur nyenyaklah akal fikiran dan kaku bekulah kecerdasan dan kebijaksanaan. Akhirnya malas dan lesu seluruh anggota badan daripada menunaikan ibadat. Penjelasan dari Imam al-Ghazali itu dapat kita fahami bahawa kekosongan perut orang yang berpuasa bukanlah merupakan satu azab atau penderitaan kepada mereka sebaliknya ia merupakan satu langkah untuk memperolehi kecergasan rohani dan kesegaran jasmani kerana akal fikiran ketika berpuasa sedang membangun.

Ada orang beranggapan puasa boleh menjejaskan kesihatan. Dalam konteks ini memang kumpulan kecil yang perlu dikenal pasti supaya dapat nasihat daripada doktor berhubung dengan berpuasa. Ada penyakit seandainya seseorang itu berpuasa boleh menjanjikan kesihatan dan Allah SWT telah memberi rukhsah atau kelonggaran kepada mereka yang uzur supaya tidak berpuasa. Kalau dilihat Allah SWT pencipta manusia dan alam lebih mengetahui akan perkara yang paling baik untuk kejadiannya dan sudah termaktub di dalam Al-Quran akan kelonggaran tersebut.




Selamat menyambut Bulan Ramadhan buat semua !

Ramadan akan menjelma lagi, musim ibadah yang menjanjikan rahmat dan keberkatan kepada orang yang berpuasa. Setiap detiknya mengandungi keampunan dan keberkatan. Kedatangannya dinanti oleh orang yang bertaqwa.

Monday, May 09, 2011

Mengintai Benih Keimanan : Ibu Yang Sekuat Seribu Lelaki…

Di sebuah masjid di perkampungan Mesir, suatu petang. Seorang ustaz sedang mengajarkan murid-muridnya membaca Al-Qur’an. Mereka duduk melingkar & berkelompok. Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yang ingin menyertai di lingkaran mereka. Usianya kira-kira 9 tahun.

Sebelum menempatkannya di satu kelompok, ustaz itu ingin tahu kemampuannya. Dengan senyumnya yang lembut, dia bertanya kepada anak yang baru masuk tadi,

” ada ayat yang kamu hafal dalam Al-Qur’an?”

“Ya,” jawab anak itu singkat.

” Kalau begitu, cuba bacakan salah satu ayat dari juz ‘Amma?‘ pinta ustaz

Anak itu mengalunkan beberapa ayat, fasih & betul tajwidnya. Merasa anak tersebut mempunyai kelebihan, guru itu bertanya lagi,

“Adakah kamu hafal surah Tabaraka?” (Al-Mulk)

“Ya,” jawabnya lagi, & segera membacanya.

Baik & lancar. Ustaz itu pun kagum dengan kemampuan hafazan si anak kecil itu, meski usianya lebih muda berbanding murid-muridnya yang ada.

Dia pun cuba bertanya lebih jauh, “kamu hafal surat An-Nahl?”

Ternyata anak kecil itu menghafalnya dengan sangat lancar, sehingga kekagumannya semakin bertambah. Lalu ustaz itu pun cuba mengujinya dgn surah-surah yang lebih panjang.

“Adakah kamu hafaz surat Al-Baqarah?”

Anak kecil itu kembali mengiyakan dan membacanya tanpa sedikitpun kesalahan. Dan ustaz itu semakin teruja dengan pertanyaan terakhir,

“Anakku, adakah kamu menghafal Al-Qur’an ?”

“Ya,” jawabnya dengan jujur.

Mendengar jawapan itu, seketika ustaz itu mengucapkan,

“Subhanallah wa masyaallah,tabarakkallah”

Setelah hari itu menjelang maghrib, sebelum ustaz tersebut menamatkan kelas mengaji, secara khusus dia berpesan kepada murid barunya,

” Esok, kalau kamu datang ke masjid ini, tolong ajak juga ibubapa mu. Ustaz ingin berkenalan dengannya”.

Esok harinya, anak kecil itu kembali datang ke masjid. Kali ini dia bersama ayahnya, seperti pesan ustaz kepadanya. Melihat ayah dari anak tersebut, si ustaz bertambah kaget kerana gayanya tidak langsung seperti orang alim, kehormat & pandai.

Belum sempat dia bertanya, ayah si anak sudah menyapa terlebih dahulu,

“Saya tahu, mungkin ustaz tidak percaya bahawa saya ini adalah ayah dari anak ini. Tapi rasa hairan anda akan saya jawab, sebenarnya disebalik anak kecil ini ada seorang ibu yang sekuat seribu lelaki. Dirumah, saya masih mempunyai 3 anak lagi yang semuanya hafal Al-Qur’an. Anak perempuan saya yg kecil berusia 4 tahun, dan sekarang sudah menghafal juz Amma”.

“Bagaimana si ibu itu boleh lakukan itu?” tanya si guru tanpa boleh menyembunyikan kekagumannya.”

Ibu mereka, ketika anak-anak itu sudah pandai bercakap, si ibu membimbing anak kami menghafal Al-Qur’an dan selalu memotivasi mereka melakukan itu. Tak pernah berhenti dan tak pernah bosan. Dia selalu katakan kepada mereka,

“Siapa yang hafal lebih dulu, dialah yang menentukan makan malam ini,

“Siapa yang paling cepat mengulangi hafalannya, dialah yang berhak memilih ke mana kita boleh bersiar – siar nanti”

Itulah yang selalu dilakukan ibunya, sehingga tercipta semangat bersaing dan berlumba-lumba antara mereka untuk memperbanyak dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an mereka,”jelas si ayah memuji isterinya.

Sebuah keluarga biasa yang boleh melahirkan anak-anak yang luar biasa. Hanya seorang ibu yang biasa. Setiap kita dan semua ibubapa tentu bercita-cita anak-anaknya menjadi generasi yang soleh, cerdas dan membanggakan. Tetapi tentu perkara itu tidak mudah.

Apatah lagi membentuk anak-anak itu mencintai & mencintai Al-Qur’an. Memerlukan perjuangan, perlu kekuatan. Mesti tekun & sabar melawan rasa letih dan susah tanpa kenal batas. Maka wajar jika si ayah mengatakan,”Disebalik anak ini ada seorang ibu yang kekuataanya sama dengan seribu lelaki.”

Ya, perempuan yang telah melahirkan anak itu memang begitu kuat & perkasa. Sebab membuat permulaan yang baik untuk kehidupan anak-anak, adalah tidak mudah. Hanya orang – orang yang punya kemahuan & motivasi yang boleh melakukannya. Dan tentu modal pertamanya adalah kesolehan diri. Tidak ada yang lain.

Ibu si anak cerdas ini, dia adalah lambang seorang perempuan solehah yang mewariskan kesolehannya ke dalam kehidupan rumah tangganya. Dialah contoh perempuan yang pernah diwasiatkan Rasulullah saw kepada kaum lelaki untuk mereka jadikan pendamping hidup diantara sekian banyak wanita.

Dengan menangggalkan keutamaan harta, kecantikan & keturunannya, seperti sabda Rasulullah saw,

“Wanita dinikahi kerana 4 perkara : kerana hartanya, keturunannya. kecantikkannya, & agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, nescaya engkau beruntung.”

(HR.Bukhari & Muslim)

Perempuan yang dikenalkan kepada kita dalam cerita diatas, dia sebenarnya tidak memulakan kerja kerasnya ketika anak-anaknya baru belajar bercakap. Tidak. Tetapi jauh sebelum itu, tenaganya telah ditumpahkan untuk mengakrabkan mereka dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an semasa mereka masih janin.

Dalam keadaan kehamilannya yang berat, ibu ini hampir setiap hari selalu meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, memperdengarkannya janin yang ada dirahimnya, dalam keadaan berbaring, duduk/pun bersandar. Perjuangan itulah yang berat tapi itu pulalah yang kemudian memudahkan lidah anak-anaknya merangkai kata demi kata dari ayat-ayat Al-Qur’an, saat mereka sebenarnya baru mulai belajar bicara.

Semoga dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran & menjadikan teladan.

Rujukan dari sebuah majalah TARBAWI ” MENUJU KESOLEHAN PERIBADI & UMAT”

Friday, April 22, 2011

*_* DO'A ISTRI SOLEHAH BUAT SUAMI TERCINTA *_*

Ya Allah......
Ampunilah dosaku yg tlh kuperbuat
Limpahkan aku dg kesabaran yg tiada terbatas
Berilah aku keluatan mental
Kurniakanlah aku dg sifat keridhaan
Peliharalah lidahku dari kata2 nista
Kuatkanlah semangatku menempuh segala cobaanMU
Berikanlah sifat kasih sesama insan

Ya Allah......
Sekiranya suamiku ini adalah pilihanMU di arsy
Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk trs bersamanya
Sekiranya suamiku ini adalah suami
Yang akan membimbing tanganku dititianMU
Kurniakanlah aku sifat kasih dan ridha
Atas segala perbuatannya
Sekiranya suamiku ini adalah bidadara
Untukku dijannahMU
Limpahkanlah aku dg sifat tunduk
Dan tawaduk akan segala perintahnya
Sekiranya suamiku ini adalah
Yang terbaik untukku diduniaMU
Peliharalah tingkah laku serta kata2ku
Dari menyakiti perasaannya
Sekiranya suamiku ini jodoh yg dirahmati olehMU
Berilah aku kesabaran untuk
Menghadapi sgl kerenah dan ragamnya

Tetapi Ya Allah......
Sekiranya suamiku ini ditakdirkan
Bukan untuk diriku seorang
Kau tunjukkanlah aku jln yg terbaik
Untuk aku harungi segala dugaanMU
Sekiranya suamiku tergoda dg keindahan duniaMU
Limpahkanlah aku kesabaran untuk trs membimbingnya
Sekiranya suamiku tunduk
Terhadap nafsu yg melalaikan
Kurniakanlah aku kekuatanMU
Untuk aku memperbetulkan keadaannya
Sekiranya suamiku mencintai kesesatan
Kau pandulah aku untuk menarik
Dirinya keluar dari terus terlena

Ya Allah......
Kau yg Maha Mengetahui apa yg terbaik untukku
Kau jg yg Maha Mengampjni
Segala kesilapan dan keterlanjuranku
Sekiranya aku tersilap brbuat keputusan
Bimbinglah aku kejln yg Engkau Ridhai
Sekiranya aku lalai dlm
Tanggung jawabku
Sebagai istri
Kau hukumlah aku diduniaMU
Tetapi bukan diakhiratMU
Sekiranya aku ingkar dan durhaka
Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMU

Ya Allah......
Sesungguhnya aku lemah
Tanpa petunjukmu
Aku buta tanpa bimbinganMU
Aku hina tanpa rahmatMU

Ya Allah......
Katkan hati dan semangtku
Tabahkan aku menghadapi segala cobaanMU
Jadikanlah aku istri yg disenangi suami
Bukakanlah hatiku
Untuk mrnghayati agamaMU
Bimbinglah aku menjadi istri solehah

Hanya PadaMU

Ya Allah......
Kupohon segala harapan
Karena aku pasrah dg dugaanMU
Krn aku sadar hinanya aku
Krn aku insan lemah yg kerap keliru
Krn aku lena dg keindahan duniaMU
Krn kurang kesabaran ku menghadapi cobaanMU
Krn pendek akal ku mengharungi ujianMU

Ya Allah... Ya Tuhanku......
Aku hanya igin menjadi
Istri yg dirahmati
Istri yg dikasihi
Istri yg solehah
Istri yg sentiasa dihati

Amiin.... Amiin.... Ya Rabbal Alamin

Saturday, April 16, 2011

Apa Erti Menjadi Isteri Solehah

Apa erti menjadi isteri solehah. Pelbagai pandangan dan jawapan mampu kita tafsirkan, samada melalui pembacaan, perbincangan dan perkongsian pengalaman. Kita menyingkap kembali sejarah Nabi Ibrahim sewaktu baginda menziarahi menantunya. Pada waktu itu, puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah sedangkan isterinya belum pernah bertemu bapa mertuanya, Nabi Ibrahim.
Apabila sampai di rumah anaknya itu, terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim dan menantunya.
Nabi Ibrahim : Siapakah kamu?

Menantu : Aku isteri Ismail.

Nabi Ibrahim : Di manakah suamimu, Ismail?
Menantu : Dia pergi berburu.
Nabi Ibrahim : Bagaimanakah keadaan hidupmu sekeluarga?
Menantu : Oh, kami semua dalam kesempitan dan (mengeluh) tidak pernah senang dan lapang.
Nabi Ibrahim : Baiklah! Jika suamimu balik, sampaikan salamku padanya. Katakan padanya, tukar tiang pintu rumahnya (sebagai kiasan supaya menceraikan isterinya).
Menantu : Ya, baiklah.

Setelah Nabi Ismail pulang daripada berburu, isterinya terus menceritakan tentang orang tua yang telah singgah di rumah mereka.
Nabi Ismail : Adakah apa-apa yang ditanya oleh orang tua itu?

Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.

Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku ceritakan kita ini orang yang susah. Hidup kita ini selalu dalam kesempitan, tidak pernah senang.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ya ada. Dia berpesan supaya aku menyampaikan salam kepadamu serta meminta kamu menukarkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Sebenarnya dia itu ayahku. Dia menyuruh kita berpisah. Sekarang kembalilah kau kepada keluargamu.


Ismail pun menceraikan isterinya yang suka merungut, tidak bertimbang rasa serta tidak bersyukur kepada takdir Allah SWT. Sanggup pula mendedahkan rahsia rumah tangga kepada orang luar.
Tidak lama selepas itu, Nabi Ismail berkahwin lagi. Setelah sekian lama, Nabi Ibrahim datang lagi ke Makkah dengan tujuan menziarahi anak dan menantunya. Berlakulah lagi pertemuan antara mertua dan menantu yang saling tidak mengenali.
Nabi Ibrahim : Dimana suamimu?

Menantu : Dia tiada dirumah. Dia sedang memburu.

Nabi Ibrahim : Bagaimana keadaan hidupmu sekeluarga? Mudah-mudahan dalam kesenangan?
Menantu : Syukurlah kepada tuhan, kami semua dalam keadaan sejahtera, tiada apa yang kurang.
Nabi Ibrahim : Baguslah kalau begitu.
Menantu : Silalah duduk sebentar. Boleh saya hidangkan sedikit makanan.
Nabi Ibrahim : Apa pula yang ingin kamu hidangkan?
Menantu : Ada sedikit daging, tunggulah saya sediakan minuman dahulu.
Nabi Ibrahim : (Berdoa) Ya Allah! Ya Tuhanku! Berkatilah mereka dalam makan minum mereka. (Berdasarkan peristiwa ini, Rasulullah beranggapan keadaan mewah negeri Makkah adalah
berkat doa Nabi Ibrahim).
Nabi Ibrahim : Baiklah, nanti apabila suamimu pulang, sampai- kan salamku kepadanya. Suruhlah dia menetapkan tiang pintu rumahnya sebagai kiasan untuk mengekalkan isteri Nabi Ismail).


Apabila Nabi Ismail pulang daripada berburu, seperti biasa dia bertanya sekiranya sesiapa datang datang mencarinya.
Nabi Ismail : Ada sesiapa datang semasa aku tiada di rumah?

Isteri : Ya, ada. Seorang tua yang baik rupanya dan perwatakannya sepertimu.

Nabi Ismail : Apa katanya?
Isteri : Dia bertanya tentang keadaan hidup kita.
Nabi Ismail : Apa jawapanmu?
Isteri : Aku nyatakan kepadanya hidup kita dalam keadaan baik, tiada apapun yang kurang. Aku ajak juga dia makan dan minum.
Nabi Ismail : Adakah dia berpesan apa-apa?
Isteri : Ada, dia berkirim salam buatmu dan menyuruh kamu mengekalkan tiang pintu rumahmu.
Nabi Ismail : Oh, begitu. Sebenarnya dialah ayahku. Tiang pintu yang dimaksudkannya itu ialah dirimu yang dimintanya untuk aku kekalkan.
Isteri : Alhamdulillah, syukur.


Bagaimana pandangan pembaca tentang petikan sejarah ini? Kisah sejarah ini sungguh menyentuh jiwa. Anda juga tentu merasai dan mengalami sendiri ujian hidup berumahtangga yang sentiasa perlukan kesabaran.
Berpandukan sejarah tersebut, bolehlah kita tegaskan kepada diri sendiri bahawa isteri solehah itu sepatutnya ‘sabar di hati dan syukur pada wajah’. Daripada sini akan terpancar ketenangan setiap kali suami berhadapan dengan isteri solehah. Isteri solehah tidak cerewet dan tidak mudah merungut. Isteri solehah hendaklah sentiasa bersyukur dalam keadaan senang mahupun susah supaya Allah tambahkan lagi rahmat-Nya seperti firman-Nya yang bermaksud:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih.” (Surah Ibrahim, ayat 7)
Untuk menambahkan kegigihan kita berusaha menjadi isteri solehah, ingatlah hadith Rasulullah yang bermaksud:
“Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian.”
(Riwayat Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Begitulah, untuk menyediakan diri sebagai isteri solehah, hati kita hendaklah sentiasa dipenuhi dengan kasih sayang rabbani. Contoh teladan yang sepatutnya jadi rujukan kita ialah sejarah kehidupan nabi serta orang soleh.

SUMBER : http://zharifalimin.blogspot.com/2010/09/apa-erti-menjadi-isteri-solehah.html

Monday, February 28, 2011

Ada apa dengan tudung labuh???

Tudung Labuh - Pengalaman menarik Fatimah Syarha menerusi kolum Remaja Majalah Solusi isu no 21.


Semoga bacaan ini dapat "put things into perspective" buat kita dalam menilai dan memahami kewajipan menutup aurat sebagaimana yang dituntut agama, insyaAllah.


Corat-Coret Kisah Tudung Labuh…

“Akak, kenapa akak pakai tudung labuh?” Soalan ini sudah banyak kali dilontarkan oleh remaja kepadaku. Adik bongsuku, Asiah Yusra yang sedang mekar meniti usia remaja, turut bertanya. Melihat wajahnya yang saling tidak tumpah dengan iras wajahku, aku terasa bagaikan sedang melihat diriku sendiri. Aku pernah remaja dan terpesona melihat kakak sulung bertudung labuh. Kufahami, remaja bertanya kerana mereka sedang tercari-cari identiti diri.

Kali pertama aku memilihnya sebagai imej diri ketika usiaku remaja. Saat itu, aku bertudung labuh kerana keindahannya menghiasi wanita-wanita berakhlak mulia yang kukenali. Ibuku, kakakku, kakak-kakak naqibahku, ustazah-ustazahku semuanya bertudung labuh. Hingga aku mensinonimkan tudung labuh itu dengan keindahan, keperibadian dan kebaikan. Walaupun aku turut mengenali teman-teman bertudung labuh yang akhlaknya bermasalah namun aku masih menemui keindahan jiwanya, ingin menjadi lebih baik. Hari ini, aku memilih tudung labuh kerana aku yakin ia lebih istimewa pada pandangan-Nya.

Ketika remaja, aku hampir tidak sedar banyak pertanyaan yang terpendam. Mungkin saat itu aku tidak tahu apa yang aku perlu tahu. Hinggalah persoalanku terjawab satu demi satu. Hikmah bicara kakak-kakak naqibahku menerangkan pelbagai soalan yang kutagihkan pengertian. Yang paling kuingati, Kak Siti Aisyah Mohd Nor (kini merupakan bidadari kepada seorang tokoh agama terkenal). Jasa kalian selamanya harum dalam ingatan.

Yang Tertutup Itu Indah

Ketika kubertanya tentang tudung labuh, mudah jawapan yang pernah kuterima, “Yang tertutup itu indah!” Jawapan yang membawaku mengkaji surah al-Ahzab ayat 59, maksud dan tafsirannya.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud: “Wahai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, ‘hendaklah mereka melabuhkan jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali sebagai wanita baik agar mereka tidak diganggu.’”

Ya, sedangkan buku yang kita sayangi, kita sampulkan seindahnya. Inikan pula bentuk tubuh wanita, takkan tiada sampulnya? Kuperhatikan kulit bukuku yang bersampul lebih terjaga berbanding kulit bukuku yang tidak bersampul. Kuperhatikan langsir yang cantik menghias pintu dan tingkap. Kuperhatikan kain yang mengalas meja dan perabot. Benar, yang tertutup itu indah! Begitu juga cara Allah menghargai keindahan wanita dengan menggariskan perbatasan aurat. Agar keindahan itu hanya dinikmati oleh insan yang berhak. Bukannya diratah-ratah oleh pandangan yang sakit.

Istimewa Bertudung Labuh

Di sini, aku tidak mahu berbicara panjang tentang kewajipan menutup aurat. Apa yang ingin kukongsi di sini adalah tentang beberapa peristiwa dalam hidupku yang membuatkan aku berasa tudung labuh itu benar-benar istimewa. Allah banyak kali menyelamatkan dan memudahkan urusanku dengan asbab tudung labuh.

Dikejar Tebuan Tanah

Dalam satu program motivasi remaja, aku menyertainya sebagai salah seorang fasilitator. Antara aktiviti yang dilakukan ialah jungle trekking. Aku mengetuai barisan remaja puteri yang siap sedia memasuki hutan. Taklimat dan doa dimulakan.

Menderap ke tengah belantara, tiba-tiba peserta puteri paling depan terlanggar sarang tebuan tanah. Tebuan tanah berterbangan garang. Sedia menyerang. Peserta itu menjerit kesakitan kerana disengat. Peserta di belakangnya turut menjerit ketakutan. Aku yang turut berada di barisan depan ketika itu melaungkan takbir. Lantas mengarahkan peserta yang lain berundur. Mereka bertempiaran lari.

Sementara aku tetap bertahan di situ. Kututup sebahagian wajahku dengan tudung labuhku. Tangan turut kusembunyikan di bawah tudung labuh. Kulindungi beberapa peserta yang terkepung dengan tudung labuhku agar tidak disengat lagi. Segera kubawa mereka berundur. Ajaibnya, seekor tebuan pun tidak berjaya menyengatku. Subhanallah! Maha Suci Engkau yang menyelamatkan aku dengan secebis kain buruk ini.

Terlindung daripada Mata Mat Rempit

Suatu hari, aku ingin pulang ke kampusku di UIA setelah bercuti pertengahan semester di kampung halaman. Seperti biasa, aku membeli tiket bas dan berusaha mencari bas yang mempunyai tempat duduk seorang. Request. Ini penting bagi mengelakkan aku terpaksa bermalam di dalam bas dengan bertemankan seorang lelaki asing di sebelah.

Akhirnya kumembeli tiket dengan sebuah syarikat bas yang belum pernah kunaiki . Sebelum menaiki bas, aku berpesan kepada pemandu kedua agar menurunkan aku di Greenwood. Semua mata terlena melepaskan kelelahan hidup dengan mengembara ke alam mimpi yang seketika. Kedengaran sayup-sayup suara pemandu bas mengejutkan aku dari tidurku. Lantas aku terjaga separuh sedar. Ketika itu, aku duduk di kerusi seorang paling depan, tidak jauh dari pemandu.

Jam baru menunjukkan pukul 4.30 pagi. Badanku amat penat dan urat kepala terasa merenyuk. Aku bangkit dari kerusiku dalam keadaan mamai menuruni bas. Ketika berada di luar bas, aku masih sangat mengantuk. Terasa secepat kilat bas meninggalkanku.

Ya Allah! Aku terkejut kerana hanya aku seorang yang menuruni bas. Lagipun, tempat bas itu memberhentikan aku bukannya tempat perhentian bas di Greenwood seperti kebiasaan. Aku langsung tidak mengenali tempat itu. Tiada peluang untukku bertanya atau membatalkan saja tempat perhentian itu. Nyata aku sudah terlewat. Asap bas pun sudah tidak kelihatan.

Aku berada di sebuah perhentian bas. Jalan raya di hadapannya lurus. Lengang. Sunyi. Kawasan sekitarnya adalah kawasan perumahan yang sedang bergelap. Jalur-jalur cahaya hanya sedikit. Kupandang ke belakang dan mendapati tidak jauh dari situ terdapat sebuah masjid. Namun, ia kelihatan gelap. Sunyi. Kelihatan seekor anjing berwarna hitam, besar dan garang sedang berlegar-legar di luar pagar masjid. Ya Allah, pada-Mu aku bertawakal.

Aku segera menelefon kenalan rapatku, Puan Norliza Mohd Nordin untuk mengambilku. Pada masa yang sama, mataku melilau mencari kayu atau besi yang akan kugunakan sebagai senjata seandainya anjing itu mendekatiku.

“Di mana?” Tanya Puan Norliza. Susah-payah aku cuba menerangkan lokasi yang asing itu. Tambahan pula, aku tidak dapat melihat papan tanda yang menunjukkan nama masjid. Kehadiran anjing itu membuatkan aku tidak berani menghampiri masjid. Sukar Puan Norliza mentafsirkan lokasi aku berada.

Tiba-tiba, sekumpulan samseng jalanan dengan pelbagai aksi motosikal yang berbahaya berhenti beramai-ramai di seberang jalan tempatku berada. Bagaikan ada mesyuarat penting di situ. Aku tiada tempat bersembunyi. Apa yang mampu kulakukan adalah tetap berdiri di tempatku dan membaca segala ayat al-Quran yang pernah kuhafal. Tawakalku memanjat langit dunia. Kebetulan, aku berjubah hitam dan bertudung labuh warna hitam. Aku menggunakan kesempatan itu untuk menyembunyikan diriku di balik warna malam. Cebisan kain turut kututup pada wajahku yang berkulit cerah.

Saat yang amat mendebarkan dalam hidupku, kelihatan anjing yang garang sedang berlari ke arahku. Kupujuk hati, anjing itu akan baik padaku kerana ia tidak menyalak. Samseng jalanan pula seakan sedang memandang-mandang ke arah lokasiku. Ketika itu, aku mengucapkan dua kalimah syahadah berkali-kali. Aku siapkan emosi untuk berjihad mempertahankan diri. Biar nyawa jadi taruhan, menyerah tidak sekali!

Allah menjadi saksi. Aku bagaikan tidak percaya apabila melihat anjing itu sekadar melintasiku seolah-olah langsung tidak melihatku di balik kegelapan. Walau bagaimanapun, aku masih resah melihat samseng jalanan asyik memandang ke arahku. Aku bertambah risau membayangkan Puan Norliza mungkin tidak dapat mengagak lokasiku itu kerana dia asyik menelefonku. Tiba-tiba samseng jalanan itu beredar. Bunyi ekzos mengaum pergi, pelbagai aksi. Mereka seakan-akan memandang dengan pandangan yang kosong sahaja ke arahku sebentar tadi. Puan Norliza pula sampai, menambahkan syukurku. Hatiku yakin, Allah telah menyelamatkanku di balik tudung labuh berwarna gelap itu. Alhamdulillah!

Menyelamatkan Beg Tanganku daripada Ragut

Seorang temanku dari Brunei sudah beberapa hari tidak datang ke kelas sarjana. Aku risaukan keadaannya. Apabila dia datang kembali, aku segera bertanya. Dia menunjukkan pipinya yang calar sambil bercerita dengan juraian air mata.

Dua orang pemuda yang menunggang laju meragut beg tangannya. Dia ikut terseret. Ketika itu pula dia sedang mengandung dua bulan. Hampir-hampir keguguran. Kedua-dua lututnya terluka. Pipi dan tangannya tercalar. Berdarah.

Aku sedih mendengar ceritanya. Dia memegang hujung tudungku sambil menyimpulkan, “Jika akak pakai tudung labuh macam ni, tentu diorang tak nampak beg tangan akak.” Kata-kata itu membuatkanku benar-benar berfikir jauh. Aku bersyukur kepada Allah s.w.t. kerana tidak pernah menjadi mangsa ragut. Baru aku sedar, rupa-rupanya antara faktor yang menyelamatkanku adalah kerana beg tanganku sentiasa tersembunyi di bawah tudung labuh. Cuba anda bertanya kawan-kawan anda yang menggalas beg tangan di bawah tudung labuh, pernahkah mereka menjadi mangsa ragut?

Mendekatkan Jodoh dengan Lelaki Soleh

Aku hairan melihat beberapa orang temanku yang mulanya bertudung labuh tapi akhirnya menukar penampilan kerana takut tidak dipinang. Aku hormati penampilannya selagi masih menutup aurat namun jika itu alasannya, dia mungkin tersilap. Aku yang tetap bertudung labuh ini juga akhirnya yang agak cepat menerima pinangan.

Suamiku mengakui antara faktor yang meyakinkannya pada agamaku saat memilih bunga untuk disunting adalah kerana nilai tudung labuhku. Wanita bertudung labuh lumrahnya hanya berani dirisik oleh lelaki yang mempunyai persiapan agama. Jika malas hidup beragama, mereka akan berfikir beribu kali untuk memiliki seorang suri yang bertudung labuh. Rasa tidak layak. Rasa perlu membaiki diri terlebih dahulu.

Pernah juga aku dan suami cuba memadankan beberapa orang temanku dengan lelaki-lelaki soleh yang kami kenali. Apabila biodata bertukar tangan, gadis bertudung labuh rupa-rupanya menjadi kriteria penting seorang lelaki soleh. Malang bagi temanku yang sebenarnya baik dan berbudi bahasa, namun kerana penampilannya itu melambatkan jodohnya.

Benar, kita tidak boleh menilai seseorang hanya melihat luarannya. Namun, realitinya, kadang kala masa terlalu singkat dan peluang tidak ada untuk kita mengkaji dalaman seseorang sehingga terpaksa menilainya hanya melalui luarannya. Contoh realiti, jika kita ingin membeli nasi lemak di gerai. Kelihatan penjual di gerai yang pertama ialah seorang makcik bertudung labuh. Penjual di gerai kedua pula seorang wanita tidak bertudung dan rambutnya menggerbang lepas. Mana yang kita pilih? Kenapa cepat membuat pilihan sebelum mengkaji dalaman kedua-duanya dahulu? Apa nilaian kita ketika itu? Fikir-fikirkan.

Hormatilah Selagi Masih Menutup Aurat

Ya! Ya! Ya! Kudengari suara-suara hatimu yang sedang berbisik, “Ramai saja yang bertudung labuh tapi tak baik.” “Tudung tak labuh pun masih tutup aurat.” “Don’t judge people by its cover.” Kuhormati semua kata-kata ini sepertimana kuhormati dirimu yang masih bertudung. Alhamdulillah. Aku cuma berkongsi secebis pengalaman dalam hidupku yang menyebabkan kurasakan tudung labuh terlalu istimewa. Buat adik-adik remaja yang pernah bertanya, akak harap adik menemui jawapannya.

Copy paste from: http://alongyah.multiply.com/journal/item/59


Oleh: Ustz Zahazan Mohamed