Friday, February 03, 2012

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.

Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”

Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.

Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.

Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”

Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.

Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”

Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.

Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.

Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.

Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh sem ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

Oleh: Jalaluddin Rakhmat

Sunday, November 13, 2011

Pakai Purdah, Letak Gambar di Laman Sosial

[ tanpa edit - copy & pasted - :-) - moga bermanfaat!! ]

Mohon perlindungan Allah dari Syaitan yang direjam. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


Assalamualaikum dan salam sejahtera semua. Apa khabar? Kakchik doakan kalian semua sentiasa dalam keadaan selamat, sihat dan bahagia dalam menjalani kehidupan seharian. Semoga kita semua tidak lupa mengucapkan syukur dan menterjemahkan syukur kita kepada Allah SWT dengan hidup sebaik mungkin sebagai hamba-Nya yang taat setia kepada segala suruhannya. Insyaallah.

Banyak sungguh kerja dan urusan yang perlu kakchik beri tumpuan hinggakan masa agak kurang untuk berlama-lama di blog sendiri apatah lagi untuk menjenguk blog kawan-kawan dan para tetamu yang singgah dan meninggalkan jejak. Harap kalian sudi maafkan kakchik terutama kepada teman-teman yang meninggalkan komen tetapi masih belum menerima sebarang balasan dari kakchik. Buat masa ini kakchik akan cuba balas mana yang sempat dulu. Jika tak sempat, kakchik akan cuba secepat mungkin untuk ‘publish’ komen-komen yang ditinggalkan. Terima kasih banyak-banyak ya.

Minggu lepas semasa kakchik online sekejap-sekejap di facebook dan ambil peluang untuk menjenguk apa yang menarik di ‘wall’ beberapa orang teman. Ada satu status yang menarik minat kakchik untuk turut sama memberikan pandangan tapi oleh kerana masa kakchik membaca status perbincangan tu kakchik sudah mahu meninggalkan pejabat untuk ke satu mesyuarat maka kakchik hanya mampu membaca beberapa komen orang lain kemudian meninggalkan satu respon pendek. Terasa amat terpanggil untuk menyertai topik perbincangan yang hangat tu. Apatah lagi orang sedang membincangkan tentang muslimah berpurdah yang meletakkan gambar di facebook (mungkin termasuk juga di laman sosial yang lain).

Di bawah ialah status sahabat kakchik yang dimaksudkan:
Sahabat yg ada maklumat esp yg berpurdah, tolong bantu saya. Ada seseorg bertnya:knp muslimah berpurdah tp masih memaparkn gambar2 di fb? Saya jawab, mgkn sbg mkluman bahawa dirinya seorang niqabi. Lantas saya ditanya lagi :Mengapa mesti banyak, skping dua bukankah sudah mencukupi?

Bersama Ummi dan sahabat baik di Kuliah Jumaat oleh TGNA.

Oleh kerana respon kakchik rasanya agak panjang maka kakchik fikir lebih baik kakchik tulis satu entri khusus bagi pihak diri-sendiri. Allahu’alam sama ada pandangan kakchik ini boleh dianggap mewakili para niqabi di dunia maya ini atau tidak, terserahlah kepada pandangan masing-masing. Setiap dari kita berada di alam maya ini untuk tujuan tertentu yang secara jujurnya hanya diketahui antara diri masing-masing dan Allah SWT. Orang sekeliling boleh menafsir berdasarkan apa yang dibaca dan dilihat tapi tak mungkin boleh membuat tafsiran yang tepat. Moga-moga kita bersangka-baik apabila membuat tanggapan.

Sudah lama juga isu meletak gambar di alam maya ni menjadi buah mulut orang. Hampir kebanyakan tulisan yang ada adalah dalam bentuk peringatan, larangan, kritikan, kecaman, marah dan seumpamanya. Secara dasarnya kakchik setuju dengan apa yang ditulis jika bertujuan menasihatkan dan memberi ingatan demi menjaga maruah dan maslahah diri muslimat. Tapi kakchik tidak setuju jika ia seolah-olah membuka peluang untuk mengata-ngata. Persoalan yang sedang kita hadapi sekarang ini, salahkah meletakkan gambar kita di internet ni?

TUJUAN

Mula-mula kena tahu dulu PERINTAH MENUTUP AURAT yang diturunkan Allah SWT misalnya seperti Surah al-Ahzab ayat 59 (tolong cari sendiri ya). Lepas tu barulah kita tetapkan apa tujuannya. Macam kakchik, tujuan asal tiada lain kecuali untuk berkongsi cara hidup sebagai seorang muslimah (kebetulan pula kakchik berpurdah) yang sedang berusaha menjadi hamba Allah yang taat. Sebab itu dengan izin suami, kakchik meletakkan gambar-gambar bersesuaian sama ada sendirian, bersama suami, bersama keluarga, bersama kawan atau semasa ada program/aktiviti bersama masyarakat. Mungkin boleh kata sebagai biah solehah kepada orang lain yang sedang membuat perubahan hidup. Mahu juga menjadi inspirasi kepada para muslimah yang ingin membina keyakinan diri untuk hidup, bekerja, bersekolah dan seumpamanya di dalam masyarakat yang berbilang kaum ni. Kakchik tahu diri kakchik banyak yang tidak sempurna tapi tetap juga mahu menjadikan cara hidup dan penampilan kakchik motivasi dan inspirasi kepada orang lain kerana diri kakchik ini adalah medan dakwah.

Dulu-dulu mungkin meletakkan gambar di blog tidak begitu menjadi perhatian kerana hanya pembaca tertentu sahaja yang melihat kita tapi sejak ada FB ni banyak juga kakchik menyimpan gambar di sana. Insyaallah bila kita tahu batas-batasnya maka dengan segera kita memilih gambar-gambar yang sopan untuk diizinkan menjadi tatapan teman-teman. Manakala gambar-gambar yang terlalu peribadi, nampak aurat, dalam aksi yang tidak Islamik, terlalu fokus kepada susuk wajah atau badan langsung tidak di'upload' apatah lagi mahu dikongsikan dengan orang lain.

Sekarang ni ramai yang suka bergambar dengan memfokus kepada mata dan mulut – tafsiran pertama yang kakchik baca apabila melihat gambar-gambar itu ialah, “nak orang puji ke?”, “nak tarik perhatian siapa ni?”, “kenapalah dekat sangat difokusnya?” dan seumpamanya. Jika yang bergambar itu seorang niqabi mungkin lagi banyak persoalan berbau negatif yang timbul.

Gambar-gambar sebegitulah yang telah menjadi sumber masalah kepada para muslimah berpurdah yang lain. Alhamdulillah masalah ini masih terhindar dari diri kakchik. Belum pernah ada yang menegur, mungkin malu atau takut nak tegur, Allahua’lam kakchik tak tahu. Janganlah pendam saja jika rasa apa yang kakchik buat itu tidak betul, kena tegur. Elakkan wujud buruk sangka dalam hati. Jika kalian rasa gambar-gambar yang kakchik letak ini menjatuhkan maruah, memalukan muslimah yang lain, mengganggu keselamatan kakchik dan orang lain, berdosa, haram atau seumpamanya tolong beritahu kakchik secara personal ya. Boleh email atau PM jika di FB.

SIAPA YANG KITA IZINKAN MELIHATNYA?

Gambar sebagai inspirasi.

Cantik dan pujian adalah dua perkara yang mungkin disukai oleh semua wanita. Dalam hal ini kena tanya iman masing-masinglah betul atau tidak. Kakchik sukakan kedua-duanya tapi secara terkawal. Cantik untuk diri sendiri dan suami sahaja manakala pujian tu tidaklah diminta-minta atau dicari-cari dengan sengaja. Jika orang puji pada perkara yang bersesuaian, alhamdulillah... segala puji bagi Allah. Rasa diri lebih bersemangat. Tapi jika sengaja-sengaja nak orang puji maka kenalah jauhkan sebab itu sudah salah di sisi agama.

Cerita tentang cantik dan kena puji ni, bagi kakchik penting juga nak kena ingat siapakah yang kita izinkan melihat gambar-gambar kita tu. Dan ini ada kait-mengait dengan siapa yang kita terima sebagai kawan jika di FB. Satu kesilapan yang kakchik lihat dilakukan oleh ramai muslimah termasuklah para niqabi ialah dengan menerima ramai lelaki ajnabi sebagai FRIENDS sedangkan kita sering dinasihatkan agar berhati-hati. Kakchik pun ada kawan lelaki di dalam blog dan FB tapi mereka diterima selepas kakchik selidik dan kenalpasti latar belakang mereka sama ada kawan sekolah dulu, ahli jemaah semasa di kampus, ahli gerakan semasa di luar kampus, rakan sepejabat dan sebahagiannya kenalan berdasarkan fikrah yang sama. Memang cerewetlah sikit tapi fikirkan Islam, fikirkan Islam.

Di blog agak sukar untuk menyaring orang yang melihat kerana pembaca boleh FOLLOW blog kita dan kita tak boleh REMOVE dia. Dalam hal ini apa yang kakchik buat ialah berkawan dengan ramai blogger perempuan dan hanya beberapa orang blogger lelaki yang bersifat teknikal. Oleh itu buatlah pertimbangan iman bila mahu kongsikan gambar-gambar kita di alam maya ni. Seronokkah kita bila ramai lelaki yang memuji-muji kecantikan kita sedangkan kita memakai purdah? Purdah yang sepatutnya menjauhkan kita dari mendapat komen-komen personal begitu. Misalnya, “MashaAllah... cantiknya mata awak.” Kata seorang kenalan lelaki. “Lawa giler. Pakai purdah macam ni lah bagus.” Kata pula seorang lelaki lain. Bak kata di bawah gambar kita tu lebih ramai lelaki yang memuji berbanding perempuan. Takde rasa apa-apa ke?

Marilah kita selaraskan penampilan kita dengan akhlak kita dan pergaulan kita. Tidak nampak tuan badan di internet tidak bermakna pergaulan tidak terjadi. Kalau di alam nyata ni kita malu-malu nak bercakap dengan lelaki ajnabi, kenapa pula di FB tu macam mudah saja? Fikirkan Islam... fikirkan Islam. Jangan jadikan alasan untuk mencari teman hidup sebab itu kita berkawan dengan ramai lelaki ajnabi. Memang seronok ada ramai peminat tapi bimbang pula nafsu yang jadi raja. Kita jadi Tipah Tertipu nanti.

GAMBAR SENDIRI LAMBANG JUJUR

Pada kakchik, meletakkan gambar sendiri di blog atau di profil FB adalah lambang kejujuran kakchik dalam menjalinkan ukhuwwah fillah. Kakchik tidak suka menggunakan gambar orang lain, gambar pokok, gambar bunga atau lain-lainnya. Nama panggilan pun kakchik tidak tukar-tukar bimbang kawan keliru seperti mana kakchik selalu keliru. Bila ada seribu lebih kenalan, dan berkenalan kerana Allah, mengenali namanya sama ada nama sebenar dan panggilan kesukaannya adalah besar ertinya buat kakchik. Kakchik geram bila kenalan selalu tukar-tukar nama tanpa meletakkan nama asal kerana menyukarkan untuk kakchik memanggilnya bila berinteraksi. Gambar sebenar dan nama yang tetap sangat kakchik hargai. Kalau nak guna gambar lain tapi nama tak tukar itu pun kakchik hargai.

Bagi sesetengah kenalan yang masih remaja atau muda belia, tukar-tukar nama dan gambar ni mungkin sekadar suka-suka tapi bagi kakchik yang serius dalam bersahabat, ianya kurang digemari. Bersahabat bukan main-main. Buat apa menerima beribu kenalan tapi tak dapat mengenali peribadinya sedangkan persahabatan dalam Islam meletakkan kejujuran di tangga yang penting. Asyik keliru, “ini siapa pula ya?” bila terlihat seorang kenalan memberi respon tapi nama samaran tu kakchik tak pernah tengok sebelum ni. Kenalah pula cek profilnya kot-kot ada ditulis nama asal kat sana. Kalau ada alhamdulillah, kalau takde terasa seperti berinteraksi dengan PHANTOM.

Boleh jadi tuan punya nama samaran mahu berahsia atas sebab-sebab tersendiri, kakchik raikan saja. Manusia ini makhluk yang kompleks maka nak tak nak kena terima dan cuba membiasakan diri. Asalkan tidak membelakangkan Islam sudah.

KERANA NILA SETITIK

Isu muslimah memakai niqab yang meletakkan banyak gambar di FB ni menjadi perbualan ramai mungkin kerana sebab-sebab berikut:

  • Niqabi itu sendiri yang mengizinkan gambar-gambar yang menggoda, fokus kepada mata, mata pula bercelak tebal, cara aksi dalam gambar, dan bergambar sendirian.
  • Niqabi menggunakan bahasa interaksi yang manja-manja membuatkan orang bukan niqabi atau niqabi lain pandang semacam.
  • Niqabi mempunyai kenalan lelaki yang ramai dan pelbagai. Ramai yang kakchik tengok kenalan lelakinya kelihatan alim pada gambar dan bahasa tapi bila mata mereka diizinkan melihat gambar-gambar niqabi tersebut, iman mereka turut teruji.
  • Masih muda remaja dan jiwa remaja ini sangat mudah terpengaruh dengan sesuatu tarikan misalnya mahu jadi baik tapi mahu juga berkawan dengan lelaki ajnabi maka penampilan kelihatan bagus tapi muamalah pula kurang dijaga.

Allahua'alam. Susah juga nak cakap pasal isu gambar ni. Mungkin kerana majoriti orang beranggapan bila sudah berpurdah sepatutnya kita tidaklah melakukan perkara-perkara yang dilakukan oleh orang lain yang tidak berpurdah. Kalau dikira memang tidak patutlah meletakkan banyak gambar personal secara bebas untuk tatapan sesiapa sahaja terutama lelaki ajnabi yang zaman sekarang ni sukar nak menjaga pandangan. Apatah lagi bila yang nampak hanyalah sepasang mata yang ayu menggoda.

Muslimah berpurdah tidaklah sempurna jadi daripada berbincang saja di wall lebih baik hantar PM kepada mereka atas dasar nasihat sesama saudara seagama. Kakchik berpurdah, kakchik juga meletakkan gambar di FB dan blog, jika ada yang tidak elok, kakchik mengharapkan kejujuran dalam persahatan untuk kalian menegur kakchik. Bukan di ruangan terbuka tapi secara personal melalui email atau PM. Buat masa ini kakchik masih yakin gambar-gambar yang dikongsikan ada kebaikannya untuk muslimah yang lain.

Allahu'alam.